Aug 10, 2011

Trik Internet

Cara ini untuk meningkatkan kinerja mozilla
1. Buka Mozilla.
2. Ketikan di addres bar “about:config” (tanpa tanda patik).
3. Scroll mouse anda kebawah dan cari “network.http.max-connections“, double klik dan masukan nilai “64“.
4. Cari “network.http.max-connections-per-server“, double klik dan masukan nilai “21“.
5. Cari ‘network.http.max-persistent-connections-per-server“, double klik dan masukan nilai “8“.
6. Doube klik pada “network.http.pipelining ” menjadi “true“.
7. Cari “network.http.pipelining.maxrequests“, double klik dan masukan nilai “100“.
8. Double klik pada “network.http.proxy.pipelining” menjadi “true“.
9. Langkah terakhir, klik kanan dimana saja pilih : New >> integrar >> lalu tulis “nglayout.initialpaint.delay” (tanpa tanda petik”. Kemudian masukan nilai “0“.
Rasakan segera perbedaannya, kecepatan internet anda akan menjadi was wis wus cepat sekali.:-)
selamat mencoba

Pemrograman Java
/*contoh Program Pengeluaran dalam Bentuk Grafik*/
import javax.swing.*;
class pesan{
public static void main(String [] args)
{
JOptionPane.showMessageDialog(null, "Selamat datang di programan Uzup, follow me!");
}
}

//contoh kasus percabangan
import java.util.*;

public class Switch_Case
{
public static void main(String[] args)
{
Scanner input = new Scanner(System.in);

char nilai = 'B';
String nama;

System.out.print("Masukkan nama Anda: ");
nama = input.nextLine();
System.out.println("Nilai Ujian Anda : "+nilai);

System.out.println("\n");
switch(nilai)
{
case 'A':
System.out.println(nama+" Nilai Anda memuaskan");
break;

case 'B':
System.out.println(nama+" Nilai Anda bagus juga tuh");
break;

case 'C':
System.out.println(nama+" Nilai Anda cukup");
break;
}
}
}


contoh program enkripsi pada C++
Nah! ini adalah contoh program yang menggunakan bahasa C++ untuk membuat program enkripsi bro

#include
#include
#include
using namespace std;

void main()
{
char kalimat[100];
int temp_ascii,geser=5;

cout<<"Masukan kalimat yang akan di dekrip \t= "; cin.getline(kalimat,sizeof(kalimat)); cout<<"Hasilnya adalah \t\t\t= "; for(int i=0;kalimat[i];i++) { temp_ascii=int(kalimat[i]); if(temp_ascii != 32)//mengecek apakah ada spasi { if((temp_ascii>=97) && (temp_ascii<=122))//inputan a-z { temp_ascii = 97 + (temp_ascii - 97 - geser + 26) % 26; cout<=65) && (temp_ascii<=90))//inputan A-Z { temp_ascii = 65 + (temp_ascii - 65 - geser + 26) % 26; cout<Tips dan Trik CMD

Bagian A

ADDUSERS : Tambah daftar pengguna untuk / dari file CSV
ARP : Address Resolution Protocol
Assoc : Ubah ekstensi file asosiasi
ASSOCIAT : Salah satu langkah asosiasi file
Attrib : Ubah atribut berkas

Bagian B

Bootcfg : Edit Windows boot settings
BROWSTAT : Dapatkan domain, info browser dan PDC

Bagian C

CACLS : Ubah file permissions
CALL : Panggil satu program batch yang lain
CD : Mengganti Directory – pindah ke Folder tertentu
Change : Ganti Terminal Server Session properties
CHKDSK : Check Disk – memeriksa dan memperbaiki masalah disk
CHKNTFS : Periksa sistem file NTFS
CHOICE : Menerima input keyboard ke sebuah file batch
CIPHER : Encrypt atau Decrypt file / folder
CleanMgr : Ototmatis membersihkan Temperatur file, recycle bin
CLEARMEM : Hapus kebocoran memori
CLIP : Salin STDIN ke Windows clipboard.
CLS : Menghapus layar (Clear The Screen)
CLUSTER : Windows Clustering
CMD : Start a new CMD shell
COLOR : Mengubah warna dari jendela CMD
COMP : Membandingkan isi dari dua file atau set file
COMPACT : Compress file atau folder pada partisi NTFS
Compress : Compress tunggal file pada partisi NTFS
CON2PRT : Menghubungkan atau memutuskan sambungan dengan Printer
CONVERT : Konversi FAT ke drive NTFS
COPY : Menyalin satu atau lebih file ke lokasi lain
CSCcmd : clien-side caching (Offline Files)
CSVDE : Impor atau Ekspor Active Directory data

Bagian D

DATE : Display atau mengatur tanggal
Defrag : Defragment hard drive
DEL : Menghapus satu atau lebih file
DELPROF : Hapus profil pengguna NT
DELTREE : Menghapus folder dan semua subfolder
DevCon : Device Manager Command Line Utility
DIR : Menampilkan daftar file dan folder
DIRUSE : Tampilkan penggunaan disk
DISKCOMP : Bandingkan isi dua floppy disk
Diskcopy : Salin isi dari satu disket ke yang lain
DISKPART : Disk Administrasi
DNSSTAT : DNS Statistik
DOSKEY : Edit baris perintah, ingat perintah, dan membuat macro
DSADD : Tambah User (komputer, group ..) ke direktori aktif
DSQUERY : Daftar item dalam direktori aktif
DSMOD : Ubah user (computer, group ..) di direktori aktif
DSRM : Hapus item dari Active Directory

Bagian E

ECHO : Menampilkan pesan di layar
ENDLOCAL : Akhir localisation perubahan lingkungan dalam file batch
ERASE : Menghapus satu atau lebih file
EVENTCREATE : Tambahkan pesan ke Windows event log
EXIT : Keluar dari skrip arus / rutin dan menetapkan errorlevel
EXPAND : uncompress file
Ekstrak : uncompress file CAB

Bagian F

FC : Bandingkan dua file
FIND : Mencari string teks dalam sebuah file
FINDSTR : Cari string dalam file
FOR / F : pengulangan perintah terhadap satu set file
FOR / F : pengulangan perintah terhadap hasil perintah lain
FOR : pengulangan perintah terhadap semua options Files, Directory, List
FORFILES : Proses Batch beberapa file
FORMAT : Format disk
FREEDISK : Periksa free disk space/disk yang tersisa (dalam bytes)
FSUTIL : File dan Volume utilitas
FTP : File Transfer Protocol
FTYPE : Tampilkan atau memodifikasi jenis file yang digunakan dalam asosiasi ekstensi file

Bagian G

GLOBAL : Display keanggotaan kelompok global
GOTO : Direct a batch program untuk melompat ke baris berlabel
GPUPDATE : Update pengaturan Kebijakan Grup

Bagian H

HELP : Online Help

Bagian I

ICACLS : Ubah file dan folder permissions
IF : kondisional melakukan perintah
IFMEMBER : Apakah pengguna saat ini dalam sebuah NT Workgroup
IPCONFIG : Configure IP

Bagian K

KILL : Remove program dari memori

Bagian L

LABEL : Edit disk label
LOCAL : Display keanggotaan kelompok-kelompok lokal
LOGEVENT : Menulis teks ke NT event viewer
Logoff : user log off
LOGTIME : log tanggal dan waktu dalam file

Bagian M

MAPISEND : Kirim email dari baris perintah
MBSAcli : Baseline Security Analyzer
MEM : Display penggunaan memori
MD : Buat folder baru
MKLINK : Buat link simbolik (linkd)
MODE : Mengkonfigurasi perangkat sistem
MORE : Display output, satu layar pada satu waktu
MOUNTVOL : mengelola volume mount point
MOVE : Pindahkan file dari satu folder ke yang lain
MOVEUSER : Pindahkan pengguna dari satu domain ke domain lainnya
MSG : mengirim pesan atau message
MSIEXEC : Microsoft Windows Installer
MSINFO : Windows NT diagnostics
MSTSC : Terminal Server Connection (Remote Desktop Protocol)
MUNGE : Cari dan Ganti teks dalam file (s)
MV : Copy in-menggunakan file

Bagian N

NET : Kelola sumber daya jaringan
NETDOM : Domain Manager
Netsh : Configure Network Interfaces, Windows Firewall & Remote akses
NETSVC : Command-line Service Controller
NBTSTAT : Tampilkan statistik jaringan (NetBIOS over TCP / IP)
NETSTAT : Display networking statistics (TCP / IP)
NOW : Tampilan saat ini Tanggal dan Waktu
NSLOOKUP : Nama server lookup
NTBACKUP : Backup folder ke tape
NTRIGHTS : Edit hak user account

Bagian P

PATH : Menampilkan atau menetapkan path pencarian untuk file executable
PATHPING : jejak jalur jaringan ditambah paket latensi dan kerugian
PAUSE : memenjarakan(suspend) pengolahan file batch dan menampilkan pesan
perms : Tampilkan izin untuk pengguna
PERFMON : Kinerja Monitor
PING : Menguji koneksi jaringan
POPD : Mengembalikan nilai sebelumnya dari direktori sekarang yang disimpan oleh PUSHD
PORTQRY : Tampilan status ports dan services
Powercfg : Mengkonfigurasi pengaturan daya
PRINT : Mencetak file teks
PRNCNFG : Display, mengkonfigurasi atau mengubah nama printer
PRNMNGR : Tambah, menghapus, daftar printer menetapkan printer default
PROMPT : Mengubah command prompt
PsExec : Proses Execute jarak jauh
PsFile : menampilkan file dibuka dari jarak jauh (remote)
PsGetSid : Menampilkan SID sebuah komputer atau pengguna
PsInfo : Daftar informasi tentang sistem
PsKill : proses mematikan berdasarkan nama atau ID proses
PsList : Daftar informasi rinci tentang proses-proses
PsLoggedOn : siapa saja yang log on (lokal atau melalui resource sharing)
PsLogList : catatan kejadian log
PsPasswd : Ubah sandi account
PsService : Melihat dan mengatur layanan
PsShutdown : Shutdown atau reboot komputer
PsSuspend : proses Suspend
PUSHD : Simpan dan kemudian mengubah direktori sekarang

Bagian Q

QGREP : Cari file(s) untuk baris yang cocok dengan pola tertentu

Bagian R

RASDIAL : Mengelola koneksi RAS
RASPHONE : Mengelola koneksi RAS
Recover : perbaikan file yang rusak dari disk yang rusak
REG : Registry = Read, Set, Export, Hapus kunci dan nilai-nilai
REGEDIT : Impor atau ekspor pengaturan registry
Regsvr32 : Register atau unregister sebuah DLL
REGINI : Ubah Registry Permissions
REM : Record comments (komentar) di sebuah file batch
REN : Mengubah nama file atau file
REPLACE : Ganti atau memperbarui satu file dengan yang lain
RD : Hapus folder (s)
RMTSHARE : Share folder atau printer
Robocopy : Copy File dan Folder secara sempurna
RUTE : Memanipulasi tabel routing jaringan
RUNAS : Jalankan program di bawah account pengguna yang berbeda
RUNDLL32 : Jalankan perintah DLL (add / remove print connections)

Bagian S

SC : Control Layanan
SCHTASKS : Jadwal perintah untuk dijalankan pada waktu tertentu
SCLIST : Tampilkan Layanan NT
SET : Display, set, atau menghapus variabel environment
SETLOCAL : Pengendalian environment visibilitas variabel
SETX : Set variabel environment secara permanen
SFC : Pemeriksa Berkas Sistem
SHARE : Daftar atau mengedit file share atau share print
SHIFT : Shift posisi digantikan parameter dalam sebuah file batch
SHORTCUT : jendela Buat shortcut (. LNK file)
SHOWGRPS : Daftar NT Workgroups seorang pengguna telah bergabung
SHOWMBRS : Daftar Pengguna yang menjadi anggota dari sebuah Workgroup
SHUTDOWN : Shutdown komputer
SLEEP : Tunggu untuk x detik
SLMGR : Software Licensing Management (Vista/2008)
SOON : Jadwal perintah untuk menjalankan dalam waktu dekat
SORT : Sort input
START : memulai sebuah program atau perintah dalam jendela terpisah
SU : Switch User
SUBINACL : Edit file dan folder Permissions, Kepemilikan dan Domain
SUBST : Associate jalan dengan huruf drive
Systeminfo : Daftar konfigurasi sistem

Bagian T


TASKLIST : Daftar menjalankan aplikasi dan services
TASKKILL : Hapus proses yang berjalan dari memori
TIME : Menampilkan atau mengatur waktu sistem
TIMEOUT : penundaan pemrosesan dari sebuah batch file
TITLE : Mengatur judul window untuk sesi cmd.exe
TLIST : daftar tugas dengan path lengkap
TOUCH : mengganti file timestamps
Tracert : Trace route ke sebuah remote host
TREE : tampilan grafis struktur folder
TYPE : Menampilkan isi dari file teks

Bagian U

USRSTAT : Daftar domain nama pengguna dan terakhir login

Bagian V

VER : Tampilkan versi informasi
VERIFY : Pastikan bahwa file sudah disimpan
VOL : Menampilkan sebuah label disk

Bagian W

WHERE : Menempatkan dan menampilkan file dalam sebuah pohon direktori
WHOAMI : Output UserName saat ini dan manajemen domain
WINDIFF : Bandingkan isi dua file atau set file
WINMSD : Sistem Windows diagnostik
WINMSDP : Sistem Windows diagnostik II
WMIC : Perintah WMI

Bagian X

XCACLS : Ubah file dan folder permissions
XCOPY : Menyalin file dan folder


cara membuat jaringan hotspot sendiri
Hanya dengan bermodal laptop dan modem internet saja kita sudah bisa membuat hotspot sendiri caranya.

Pertama : Install dan Setting Modem

Mungkin langkah ini akan berbeda tergantung tiap-tiap modem atau operator yang anda gunakan namun gambaran secara umum adalah berikut ini.
- Pasang modem anda
- Install driver modem yang disertakan ketika anda membeli modem
- Setting modem meliputi APN, Username, Password dsb.
- Tes apakah sudah berhasil terhubung ke internet
- selesai

Kedua : Setting agar semua komputer dapat terhubung ke hotspot

Setting agar semua komputer yang terhubung ke hotspot nantinya agar bisa mengakses internet caranya :
- Masuk ke Control Panel-Network Connection
- pilih Network connection yang kita gunakan untuk akses ke internet ( disini mis menggunakan Modem Wireless 3G yaitu pada “Wireless Network Connection 2?, kemudian klik kanan-pilih Properties.
- Pilih Tab Advanced, beri tanda centang pada opsi “Allow other network user to connect through this computer’s internet connection. Pilih Home Networking Connection yang diizinkan ( dalam hal ini adalah network yang menjadi hotspot kita yaitu “Wireless Network Connection). Kemudian Klik OK. Secara otomatis Komputer yang terkoneksi dengan internet di set sebagai gateway.

Ketiga : Setting Jaringan Wireless Ad-Hoc pada laptop

Apakah anda tahu bahwa Anda bisa me-setup jaringan Wireless Adhoc untuk menshare koneksi internet di rumah tanpa harus menggunakan router atau switch?? Tentu saja anda bisa. Anda juga bisa menggunakannya untuk men-share file atau printer antara 2 atau lebih komputer dengan jaringan wireless. Perlu diketahui bahwa Anda bisa mempunyai 9 jaringan, dimana komputer bisa mengirimkaan data secara langsung satu sama lain. Kelemahan dari jaringan ini adalah jangkauannya yang terbatas. Anda akan perlu router wireless atau akses poin untuk jangkauan jaringan wireless yang lebih luas.
Alokasi Alamat IP
Anda bisa mengalokasikan alamat IP untuk setiap komputer yang masuk ken jaringan Ad-hoc wireless. JIka Anda menggunakan 3 komputer, Anda bisa dengan mudah meng-assign 192.168.0.1, 192.168.0.2,192.168.0.3 ke masing-masing komputer dengan netmask 255.255.255.0.Catatan : Jika Anda mempunyai Internet Connection Sharing yang di-enable pada host komputer, Anda bisa men-setup komputer klien untuk mendapat alamat IP secara otomatis, kemudian komputer-komputer tersebut akan bisa mengakses ke Internet.

Konfigurasi Komputer Host
Klik Start -> Control Panel -> Network Connections.
Klik kanan pada wireless network connection, lalu klik Properties
Pada Wireless Network Connection Properties, klik tab Wireless Networks.
Klik Add pada bagian Preferred networks.
Selanjutnya isilah Network Name (SSID) untuk jaringan yang akan Anda buat.
Jangan lupa untuk mencentang check box This is a computer-to-computer (ad hoc)network: wireless access point are not used.
Anda juga dapat membubuhkan WEP Password agar koneksi anda aman.
Klik OK dan OK lagi untuk menyimpan konfigurasi Anda.
Konfigurasi Komputer Klien
Windows XP otomatis akan mendeteksi jika ada Wireless Network yang aktif
Klik kanan pada icon Wireless Network yang berada pada taskbar, lalu klik View Available Wireless Networks.
Wireless Network Connection akan menampilkan list SSID wireless anda. Klik SSID wireless Anda lalu klik Connect .
Jika pada komputer host , Anda bubuhkan WEP Password maka windows XP meminta anda untuk mengisi password sebelum anda terkoneksi ke jaringan Ad Hoc Anda.

9 Hal menarik yang bisa kamu lakukan di Komputermu

1. Membersihkan Context Menu
Sebelum nyoba-nyoba eksperimen yg parah2, ini bisa digunakan sebagai "Pemanasan". Banyak software tanpa sepengetahuanmu membuat entri dalam context menu. Dengan Software ShellExView, kamu bisa menyingkirkannya dari context menu.
Caranya: Urutkan berdasarkan kolom "Type" dan temukan program dengan type "Context Menu" untuk disingkirkan. Pilih "Disable Selected Items" dalam context menu yg tampil untuk menyingkirkannya.
Resiko: Apabila menyingkirkan entri yg salah, kamu akan kehilangan option2 yg penting.

2. Menyingkirkan Beban DOS
Kebanyakan software sistem tidak menggangu sistem operasi. Lain halnya dengan software harddisk warisan DOS untuk memeriksa nama file yg justru menghambat performa.
Caranya: Dalam registry editor, pindah ke "HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\FileSystem". Carilah entri "NtfsDisable8dot3NameCreation". Ubah valuenya menjadi "1". Kecepatan harddisk masih bisa ditingkatkan dengan menonaktifkan time stamp yg dibuat Windows pada saat kamu membuka sebuah folder. Untuk itu, cari entri "NtfsDisableLastAccessUpdate", lalu ubah valuenya menjadi "1".
Resiko: Apabila kamu mengedit entri yg salah, bisa2 sistem NTFS rusak dan windows tidak bisa boot lagi.

3. Mempercepat Start
Untuk mempercepat startup, kamu kerap kali dimasukkan ke dalam Task Manager dan mengatur prioritas program yg rumit. Alternatifnya, buat file batch pada desktop yg bisa langsung dijalankan. Dengan ini, software yg dapat membebani prosesor, seperti game, bisa mendapatkan perhatian lebih.
Caranya: Gunakan teks editor Notepad++ dan buat perintah ini:
"cd.""
"start./."
Keterangan disini bersifat optional, biasanya cukup gunakan entri "start/". Kaitkan beberapa program satu sama lain dengan cara ini agar aplikasi yg kamu pake mendapatkan proritas tinggi dan tool-tool latar belakang diturunkan prioritasnya.
Contohnya, prioritas game "PES 2011" dinaikkan dan ITunes diturunkan:
"cd."C:\Program Files\KONAMI\Pro Evolution Soccer 2011\"
"start./high.PES2011.exe"
"cd."C:\Program Files\ITunes\"
"start./low.iTunes.exe"
Simpan file dengan format ".bat"
Resiko: Penentuan prioritas yg salah bisa menghambat performa PCmu.

4. Menghentikan Laporan Error
Laporan error Windows karena program yg mendadak crash cukup merepotkanmu. Atur agar laporan error tsb tidak tampil lagi
Caranya: Buka registry editor, pilih HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop" dan buat entri baru bernama "AutoEndTasks". dengan mengklik kanan bagian kosong dan pilih New | String Value.
Resiko: Penyebab error pada program sukar dideteksi jika laporan error tidak aktif lagi.


5. Menutup Program
Apakah Shutdown Wondows-mu terlalu lama? Atasi saja dengan menurunkan waktu shutdiwn Windows.
Caranya: Buka registry editor, pergi ke HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control", lalu beri nilai "3000" pada entri "WaitToKillServiceTimeout".
Resiko: Dengan percepatan ini, Windows secara otomatis akan "membunuh" semua program yg sedang berjalan, sehingga data dan setting yg belum disimpan bisa hilang.


6. Menghentikan Cek Harddisk
Setelah terjadi windows crash, biasanya windows memaksa kamu untuk mencek harddisk jika ada driver yg "cacat".
Caranya: Buka registry editor, pilih HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Session Manager, dan edit nilai BootExecute. Biasanya disini ditemukan entri autocheck autochk *. Ubah misalnya menjadi "autocheck autochk /k:C*". Untuk menonaktifkan proses cek drice C:. Apabila entri "BootEnecute" belum ada, buat melalui menu New | Multi-String Value.
Resiko: Tanpa check harddisk, Windows tidak bisa mendeteksi error pada harddiskmu sehingga berpotensi banyak data yg akan hilang.

7. Mengoptimalkan Kipas CPU
Kipas yang selalu berdengung bisa jadi sumber kebisingan buat kamu. Dengan setting yang tepat, kamu bisa mengurangi kebisingan tersebut sekaligus menjamin udara segar yg memadai.
Caranya: Untuk mengatur kecepatan putar kipas CPU, gunakan SpeedFan. Setelah dijalankan, klik "CPU Core" dalam tab "Temperature". pada bagian bawah tampak dua bagian suhu, yaitu "Desired", dan "Warning". Atur suhu minimal pada 15 derajat celcius. Pada "Warning" cantumkan suhu maksimal, di mana kipas berputar dengan frekuensi penuh agar CPU tidak kepanasan. Nilai yang tepat tergantung CPU yg digunakan (suhu 40 derajat celcius bisa jadi acuan).
Lakukan konfigurasi yg sama pada bagian "System". Sebagai suhu maksimal bisa kamu cantumkan 50-55 derajat celcius. Selanjutnya, atur frekuensi putar kipas dalam tab "Speeds". Cantumkan, misalnya nilai "0" dibawah "Minimum Value" dan nilai diantara 30 dan 40 untuk "Maximum Value". Selain itu, berikan tanda juga pada opsi "Automatically variated".
Konfirmasikan inputmu dengan "OK". Dalam menu utama, tandai juga opsi "Automatic fan speed". Periksa secara berkala naik-turunnya suhu dan bila perlu lakukan koreksi nilai bila kurang tepat.
Resiko: Apabila terlalu banas, CPU otomatis shutdown. Komponen-komponen lainnya juga bisa risak bila kamu salah mengatur kecepatan kipas, terutama dibagian pengatur tegangan.

8. Mengontrol Kecepatan Kipas GPU
Kipas graphics card sering menjadi sumber kebisingan. Padahal, kecepatan maksimum kipas yg berisik tsb hanya dibutuhkan pada saat beban penuh. Untuk itu, atur agar kecepatan kipas otomatis disesuaikan dengan beban GPU.
Cara: Gunakan freeware RivaTuner. Setelah menginstall dan menjalankannya, klik "Customize" pada bagian "Target Adapter" yang ada pada tab "Main". Pilih toolbar yang berlabel "Hardware Monitoring" untuk menampilkan suhu aktual graphics card. Yang penting disini adalah bagian "Core Temperature" yang secara terus menerus menampilkan suhu optimalisasi berikut.
Selanjutnya, kembalilah kepada menu utama. Klik "Customize" pada "Driver Settings" dan pilih "System Settings" Buat serangkaian profil dengan berbagai kecepatan kipas agar sesuai dengan panas yg dihasilkan.
Cara: Dalam tab "Fan" pilih "Direct Control" dalam menu drop-down tersebut. Selanjutnya kamu harus mengatur kipas secara manual dengan slider. Pertama, turunkan lebih dari 50% dan simpan hasilnya dalam "Fan Profile Settings" dengan nama yg jelas seperti "Fan 40%".
Setelah membuat 5 profil yg berbeda, tutup window dan klik "Launcher", lalu pada tanda "+" berwarna hijau di sisi bawah window untuk mengaktifkan profil. Untuk itu dalam menu "Regular Menu Item Editor" masukkan sebuah nama, seperti "Lowest Speed" dan aktifkan "Associated Fan Profile". Masukkkan profil dengan kecepatan terendah, "Fan 40%". Ulangi proses yg sama untuk setiap profil.
Selanjutnya, kaitkan profil dengan suhu graphics card. Dalam tab "Scheduler" klik tanda "+" dan berikan sebuah nama dibawah "Task". Untuk setting kipas terendah misalnya ambil "Speed at 50-55 degree". Dibawah "Name", masukkan profil "Lowest Speed". Pada "Schedule" pilih "On hardware monitoring threshold" dan dibawah "Threshold" masukkan suhu operasi yang rendah - tergantung graphics card - sekitar 50 derajat celcius.
Pada "Direction" pilih "Upward". Ulangi proses dengan setiap profil dan setiap kali tingkatkan ambang batas sekitar 10 derajat celcius hingga pada suhu tertinggi 95 derajat celcius, kipas berputar dengan kecepatan penuh.
Dengan cara yg sama, kamu dapat menurunkan kecepatan kipas GPU. Masukkan semua "Task" dalam "Scheduler" dalam urutan sebaliknya dan dibawah "Direction" pilih "Downward".
Resiko: Suhu yg terlalu panas dapat membuat graphics card menjadi rusak. Hal ini pun juga akan merembet hingga ke hardware lain.

9. Mempercepat USB Flash Drive
USB Flash drive umumnya diformat dengan sistem file FAT agar kompatibel dengan berbagai sistem. Namun, hal ini justru menjadi salah satu penghambat performa Windows. Abaikan saja aturan tersebut dan konfigurasikan agar USB flash drivemu memiliki kecepatan tulis yg maksimal. Untuk itu, ubah sistem file dan nonaktifkan sistem pengaman Windows nya.
Caranya: Pertama, backup semua data di flashdiskmu ke hard disk. Bukalah Control panel -> System and Security.
Kini tampak semua partisi dan media data terpasang. Pilih USB Flash Drive kamu di bagian bawah window. Kamu dapat menemukannya dengan merujuk pada kapasitas dan kategorinya (Removable). Buka context menu dan dan pilih "Format". Pada bagian "File System" pilihlah "NTFS" dan konfirmasikan dengan OK. Setelah proses format selesai, kamu masih harus menyesuaikan flashdisk tsb dengan Control Panel -> Device Manager. Pilih Properties pada context menu USB Flash Drive tersebut dalam bagian "Disk Drives". Pada tab "Policy", aktifkan opsi "Better Performance".
Resiko: Apabila USB flashdisk dicabut dari PC tanpa melalui prosedur yg benar, kamu beresiko kehilangan data. Oleh karena itu, cabutlah melalui prosedur yg benar (Safely Remove Hardware). Namun, ini bukanlah jaminan 100%. Apabila Windows crash, dan reset, seluruh isi USB Flashdisk beresiko rusak.

Flooding jaringan

Download dulu toolsnya disini.
Nah sekarang langsung aja prakteklah.
1 .buka file lan attacker yang tadi di download
terus langsung klik install…nah kalau udah selesai install baru klik attack
2. setelah terbuka programnya terus klik scan

3. kemudian klik option – adapter buat setting file seberapa gede yang mau dikirim ke komputer target
4.nah dah selesai setting konfigurasinya kita langsung aja floodin target kebetulan yang mau ane isengin komputer no 4 dengan ip 192.168.1.14
setelah itu ceklist di ip tersebut terus klik kanan kemudian klik flood
5. kemudian lihat hasil dikomputer korban
Selamat mencoba..